Kamu datang tepat saat aku membutuhkan seseorang. Kamu
membawa banyak begitu harapan;yang tak pernah terpintas olehku. Sesosok pria
sederhana dan apa adanya membuat suasana berbeda dalam keseharianku. Kita
semakin dekat melalui percakapan yang manis;FB, ujung telepon bahkan tak banyak
juga melalui pesan.
Sayang, kamu hujani aku dengan kata-kata manismu;hingga
aku dengan mudahnya terjatuh dipelukmu. Tapi kamu tak membiarkan jatuhan ini
dipelukmu;aku terhempaskan begitu saja tanpa sedikitpun uluran tanganmu. Kamu
membiarkan aku berjalan sendiri tanpa beriringan dengan langkahmu.
Sayang, sesakit inikah aku mencintaimu? Apa kamu terlalu
bodoh untuk menyikapi semua sikap aku ini? Apa kamu benar-benar buta? Tidak;aku
yakin kamu paham dan aku yakin kamu melihatnya dengan sempurna. Lalu? Iya, aku
memang yang salah . sudah aku bilang bukan dari awal? Aku terlalu bodoh dan
tolol untuk mengambil kesimpulan bahwa kamu mencintai aku. Terlalu jauh untuk
bilang cinta;menyukai aku saja kamu tak pernah bukan?
Aku kira kamu berbeda dengan pria lainnya. Kamu mempermainkan aku. Kamu hujani aku dengan kata
sayang dan cinta. Kamu pergi begitu saja tanpa berpikir bagaimana sakitnya aku.
Dan kamu kembali berkata “akunya sudah punya cewe, de”. Lalu apa arti semua
kata-kata manismu? Apa arti pertemuan kita? Apa arti kamu kecup kening ini?
Buat apa kita bertemu kalaupun pada akhirnya aku dihempaskan? Buat apa kita
bertemu jika pada akhirnya kamu hanya mepermainkanku? Buat apa kita bertemu
yang pada akhirnya kamu ingin menjauh? Aku kira kamu berbeda dengan pria lainnya
ternyata kamu saja.
No comments:
Post a Comment