Thursday, 14 November 2013

Aku Kira Kamu Berbeda.

Kamu datang tepat saat aku membutuhkan seseorang. Kamu membawa banyak begitu harapan;yang tak pernah terpintas olehku. Sesosok pria sederhana dan apa adanya membuat suasana berbeda dalam keseharianku. Kita semakin dekat melalui percakapan yang manis;FB, ujung telepon bahkan tak banyak juga melalui pesan.
Sayang, kamu hujani aku dengan kata-kata manismu;hingga aku dengan mudahnya terjatuh dipelukmu. Tapi kamu tak membiarkan jatuhan ini dipelukmu;aku terhempaskan begitu saja tanpa sedikitpun uluran tanganmu. Kamu membiarkan aku berjalan sendiri tanpa beriringan dengan langkahmu.
Sayang, sesakit inikah aku mencintaimu? Apa kamu terlalu bodoh untuk menyikapi semua sikap aku ini? Apa kamu benar-benar buta? Tidak;aku yakin kamu paham dan aku yakin kamu melihatnya dengan sempurna. Lalu? Iya, aku memang yang salah . sudah aku bilang bukan dari awal? Aku terlalu bodoh dan tolol untuk mengambil kesimpulan bahwa kamu mencintai aku. Terlalu jauh untuk bilang cinta;menyukai aku saja kamu tak pernah bukan?
Aku kira kamu berbeda dengan pria lainnya. Kamu mempermainkan aku. Kamu hujani aku dengan kata sayang dan cinta. Kamu pergi begitu saja tanpa berpikir bagaimana sakitnya aku. Dan kamu kembali berkata “akunya sudah punya cewe, de”. Lalu apa arti semua kata-kata manismu? Apa arti pertemuan kita? Apa arti kamu kecup kening ini? Buat apa kita bertemu kalaupun pada akhirnya aku dihempaskan? Buat apa kita bertemu jika pada akhirnya kamu hanya mepermainkanku? Buat apa kita bertemu yang pada akhirnya kamu ingin menjauh? Aku kira kamu berbeda dengan pria lainnya ternyata kamu saja.

No comments:

Post a Comment